Pages

Kamis, 15 Mei 2014

awal perjumpaan

Pagi itu, tak seperti biasanya saat jarum jam baru menunjukan pukul 05.45 WIB, aku sudah berjejalan dengan para calon penumpang lain di stasiun padalarang. Tujuanku, stasiun bandung di lanjung menggunakan angkot jurusan Dago. Pagi itu, matahari bersinar cerah walau masih tampak malu-malu. Udarapun terasa amat sejuk. Di jam seperti itu, stasiun memang sudah dipadati calon penumpang, ada pegawai kantoran, anak sekolah, mahasiwa, pedagang dan lain sebagainya.
Ya, pagi ini memang tak seperti biasanya aku sudah harus menunggu kedatangan kereta yang nantinyya akan mengantarkan ku ke stasiun Bandung. Tujuanku hari ini adalah gedung Dekranasda Jabar, hari ini akan di adakan work shop kewirausahaan. Awalnya ku pikir tak lolos seleksi, tapi semalam di detik-detik terakhir hp ku berbunyi, suara di sebrang sana mengatakan bahwa aku lolos seleksi dan bisa mengikuti seminar yang akan di adakan selama 2 hari itu, dan di sinilah aku.
Harapanku mengikuti pelatihan itu adalah, bahwa setelah pelatihan aku bisa merubah banyak hal dalam hidup ku, terutama usaha kecil-kecilan yang baru saja aku rintis ini. Tanpa aku sadarri, sesuatu di sana sedang menunggu dan akan membuat perubahan besar dalam hidupku. Aku tak tahu, apakah keputusanku untuk hadir di sana benar atau tidak, tapi nyatanya takdir membawa langkahku sampai di tempat itu.
Pukul 07.55 wib, sesaat sebelum pintu ruangan di tutup akhirnya aku sampai juga di bagia registrasi ulang. Setelah melakukan registrasi ulang, kulangkahkan kakiku menuju pintu ruangan, Pagi ini aku mengenakan dress lengan panjang warna putih motif bunga2 hitam kecil, kerudung hitam di balut jaket warna abu-abu, dengan percaya diri penuh kulongokan kepala dan menyisir seisi ruangan, mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah ku temukan, kulangkahkan kaki menuju sebrang ruangan.
Hari itu berlalu tanpa ada kejadian berarti, ku simak seluruh materi yang disampaikan karena memang itu tujuanku datang ke sini. Tapi di hari kedua, ku akui......ada sesuatu yang mencuri hatiku. Sebuah senyum, senyum dari salah satu peserta seminar, pria tentunya. tapi kuanggap angin lalu dan ku tepis rasa yang tiba-tiba mengetuk pintu hatiku yang sepi. Kubiarkan hari itu berlalu seperti hari sebelumnya.
2 hari berlalu sejak hari terakhir pelatihan,hari itu hari minggu. Rencananya hari itu aku akan menemui seorang teman lamaku. Saat tengah bersiap-siap, tiba2 Hp ku berbunyi, sebuah no baru muncul di layar hp ku. "hallo......", sapa ku ramah. "ya hallo, dengan bu Sisi? jawab suara pria di sebrang sana.
" ya betul, dengan siapa ini?"
" Saya Didi, kita ketemu dipelatihan dekranasda kemarin,"
"oh ya, yang mana ya, sebentar...." kataku sambil berusaha mengingat satu persatu wajah yang kuingat saat acara tersebut, tanganku juga berusaha meraih lembaran kertas diatas meja yng berisi daftar peserta acara, ketika akhirnya ku temukan namanya dibarisan nama peserta dalam waktu yang bersamaan pula kutemukan memori tentang pemilik nama itu. Ya....dia adalah si pemilik senyum yang membuat dadaku bergemuruh sesaat saat ia melemparkan senyumnya padaku di acara kemarin. Tanpa kusadari, dada ku kembali bergemuruh.
percakapan berlangsung cukup lama, yang akhirnya berujung pada janji bertemu siang ini untuk membicarakan kemungkinan kami bisa memulai bisnis bersama.
Inilah awal perubahan besar dalam hidup ku......................................

(to be continued)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar